RELATIVITAS DAN REVOLUSI ILMIAH
Oleh: Muh. Zuhal Ma'ruf
Bagi sebagian besar dari kita menyebut nama Albert Einstein berarti menyebut “Ilmu Pengetahuan Modern”. Ia merupakan salah seorang ilmuan terkenal yang namanya tetap hidup karena karyanya yang luar biasa. Karyanya mengubah pemahaman kita terhadap jagat raya. Pendapat kita tentang ruang dan waktu tidak lagi seperti pendapat kita sebelum ia mengemukakan teorinya. Ia mengubah konsep dasar yang telah berlaku sejak masa Issac Newton. Einstein dapat disebut sebagai pendiri utama teori-teori fisika abad 20.>>>baca selanjutnya
Mitra Kami
RELATIVITAS DAN REVOLUSI ILMIAH
Hukum Susuan
Hukum Susuan
Seorang wanita mengatakan bahwa dia telah menyusui seorang bocah bersama puterinya satu kali susuan. Dia yakin akan hal itu. Apakah haram menikahkan sang puteri dengan bocah yang disusui dengan satu susuan tadi?
Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa menyusui yang kurang dari lima susuan terpisah tidak menyebabkan keharaman. Sungguh diceritakan dari Aisyah RA. bahwa beliau mengatakan: terdapat dalam Al Qur’an sepuluh susuan yang diketahui diharamkan, kemudian dinusakh (dihapus) dengan lima susuan yang diketahui. Dengan demikian tidak terjadi hukum haram menikahkan puteri dengan bocah yang disusui pada pertanyaan di atas. (Manarul Huda no 41, Mart 1996 hal: 32).
Perihal Malaikat
Perihal Malaikat
Jelaskan pada kami perbedaan dan persamaan Malaikat dengan manusia.
Malaikat berbeda keadaannya dengan manusia. Allah mencipta bagi manusia kebutuhan makan , minum dan lainnya. Keluarlah dari tubuh manusia sisa metabolisme berupa urine, kotoran dan sebagainya. Adapun Malaikat tidak butuh makan, minum, tidur, tidak terjadi pula bagi mereka kencing, berak dan lainnya, Malaikat juga tidak tidur.
Malaikat sama dengan manusia dalam hal wajibnya beriman kepada Allah. Maka wajib bagi mereka beriman kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan yan lain. Dalam pokok Aqidah Malaikat sama dengan manusia begitu pula dalam masalah sholat. Malaikat juga dituntut mendirikan shalat sebagaimana manusia. Adapun puasa dan zakat, mereka tidak dituntut mengerjakannya, padahal manusia dituntut mengerjakan. Malaikat memang sama sekali tidak makan dan minum. (Manarul Huda no 41, Mart 1996 hal: 31).





