Mitra Kami
KETIKA SEPEDA BUTUT TELAH MENJADI MOBIL (SAJAK MURID BUAT GURU)
FAJAR MENYINGSING DI TAMANMU
FAJAR MENYINGSING DI TAMANMU
Fajar menyingsing di tamanmu
Terbit matahari tak lama lagi
Gelap malam segera usai
Mendung menggantung di langitmu kan terurai
Tapak duka ukiran langkah kaki kemarin biar tersapu waktu
jangan terpatri jadi prasasti
Oh tak sabar hati menanti
Melihat tamanmu masuki pagi
Melati mekar sempurna
Merekah indah penuh pesona
Butir embun jadi permata
Berkilau
berpendar semburat matahari dhuha.
19 Pebruari 2014
angkasa hilang jumawa
angkasa hilang jumawa
oleh: Muh. Zuhal Ma'ruf
purnama menjadi gerhana
ketika binarnya kupinjam
demi melukiskan indah binar matamu
venus temaram
ketika cantiknya kubuat
menggambarkan cantik sosokmu
matahari dhuha meredup
ketika hangatnya kujadikan kiasan
hangat cintamu
oh…
dengan apalagi kulambangkan rasa hati
semua hilang jumawa
mungkin benar adanya
cinta adalah rasa
yang tak butuh kata-kata
Plosorejo, 24 Juli 2013
AKU BUMI KEMARAU
AKU BUMI KEMARAU
Oleh: Muh. Zuhal Ma'ruf
salahkah aku membaca tanda
hingga perlu kau katakan
"jangan tengadah menatapku
jangan menadah mengaharap hujanku
telah kau miliki samudera dan sungai
aku takut hujanku mengusung badai"
salahkah aku membaca tanda
kulihat awan berarak
mendung bertimbun
tapi hujan tak jua turun
aku tak bisa menghapus dahaga
dengan arakan awan dan timbunan mendung
oh... kaulah langit
dan aku bumi kemarau
Mungkung Nganjuk
10 Mart 2013
BESOK DI GERBANG INI
BESOK DI GERBANG INI
oleh: Muh. Zuhal
Besok... tak lagi bisa kudapati
senyum manismu menyapa pagi
dan aku hanya bisa berdiri di gerbang ini
sambil memupus harap
langkah kakimu menderap
Besok... tak lagi bisa kunikmati
angguk anggunmu menyapa hati
dan aku hanya bisa mematung di gerbang ini
sambil mengeja namamu yang jadi prasasti
Oh sayang … ajari aku padamkan rindu
seperti telah kau ajari aku nyalakan cinta
karena begitu perihnya
jika air mata kujadikan tinta
bagi sajak hatiku yang terdera
Oh sayang … aku baru terjaga
dari mimpi indah kebersamaan kita
dalam sekilas tidur pulasku
saat rehat dari penat
perjalanan melelahkan membosankan
Oh sayang…
besok kuyakin matahari masih menghampiri
namun mungkin tak lagi indah bagiku
karena ia tak lagi mengantarmu
mendatangi gerbang ini
MEI 2008
RASA INI
RASA INI
tentang rasa ini Gusti
apa yang harus ku minta dari-Mu
sedang ia liar menyeruak, mendesak
hingga dada serasa sesak
terbersit ingin ia menyurut, menyusut
menghilang
namun jiwa tak rela
ia melayang
karena ia begitu indahnya
sehangat matahari dluha
oh.. oh…
03 april 2012
Bagaimana Cinta Kuungkapkan
BAGAIMANA CINTA KUUNGKAPKAN
KARYA: MUH. ZUHAL MA’RUF
BAGAIMANA CINTA KUUNGKAPKAN?
SEDANG BILAL MENGUNGKAPKAN
DENGAN MENANGGUNG SIKSA SANG TUAN
DI KERONTANG GURUN, BATU MENGHIMPIT TUBUHNYA YANG LEGAM
LECUT CEMETI MENCABIK-CABIK PUNGGUNGNYA YANG HITAM
RINTIH LIRIH MENYERU KEKASIH, MEMBEDAH TERIK SAHARA
AHAD...AHAD...AHAD...
OH ....BAGAIMANA CINTA KUUNGKAPKAN?
SEDANG ALI MENGUNGKAPKAN, DENGAN MENGGANTI NABI DI PEMBARINGAN
DALAM KEPUNGAN MEREKA YANG HATINYA MEMBUTA DARI CERAH CAHAYA
OH ....BAGAIMANA CINTA KUUNGKAPKAN?
SEDANG ABU BAKAR MENGUNGKAPKAN, DENGAN MENYERAHKAN SELURUH HARTANYA
“BAGI KAMI CUKUP ALLAH DAN RASUL-NYA” KATANYA
DENGAN SETIA, DISERTAINYA NABI
MENEMPUH PERJALANAN SUCI, MENUJU KOTA CAHAYA
GUA TSUR JADI SAKSI GUNDAH SANG PECINTA
OH ....BAGAIMANA CINTA KUUNGKAPKAN?
BAGAIMANA...?
HARUSKAH KUIKUTI SEBAIT PUISI
“BIARKAN IA SEMBUNYI, DI PALUNG HATI,
BINAR MATA TELAH FASIH BICARA,
TAK BUTUH TERJEMAH KATA-KATA”
PUISI UNTUK ISTRI
PUISI UNTUK ISTRI
oleh: Muh. Zuhal Ma'ruf
kau pinta kutulis puisi
untukmu
bagaimana bisa sayang
kaulah puisi itu
2011
UNTUK SEMBABMU
UNTUK SEMBABMU
KUMAKI WAKTU
MENGAPA KITA TAK BERIRING MENAPAKINYA
HINGGA MUNGKIN BAGIKU MERAIH LENGANMU
MENGGAMITNYA DAN MENAPAKI HARI BERSAMA
HINGGA TAK PERLU KUMELIHATMU BERSEMBAB MATA
SEBAB DI SEMBAB ITU AKU MELIHAT BAYANGKU
BEGITU JELASNYA
BAGAI BERCERMIN DI BENING AIR
September 2011
DUKA MELATI
DUKA MELATI
Oleh: Muh. Zuhal Ma'ruf
MENIKMATI INDAHMU
DARI BALIK PAGAR TAMANMU YANG RAPUH
SAMBIL MEMAKI DIRI
YANG BERDIRI TEGAK DI TAMAN SEMERBAK
BUNGA MEKAR SEMPURNA
MEWANGI SAMPAI KE HATI
OH… DIRI YANG JALANG
MENGAPA JUGA MELEMPAR PANDANG
KE TAMAN SEBERANG
TAMANMU
DAN MENDAPATIMU BERDUKA
DI KEMUNING DLUHA
EMBUN SUBUH YANG TERSISA
NAN JADI PERMATA
SEMOGA TAK MENGHILANG
TERURAI MATAHARI MENINGGI
1 SEPTEMBER 2010
KUNCUP TERKECUP BIBIR BUMI
KUNCUP TERKECUP BIBIR BUMI
Untuk bocah-bocah Gaza korban kebiadaban Israil
Engkau yang masih kuncup
Runtuh terjatuh, terkecup bibir bumi
Tumbuh menghias taman firdausi
Dan darahpun jadi kesturi
Oh bunga hatiku
Maafkan aku yang membiarkan
Jemari kotor memetikmu
Hingga tak sempat merekah
Menikmati indah dluha
Oh maafkan aku sayang, maafkan aku
Yang hanya bisa ungkapkan duka
dengan air mata dan caci maki
mampat kesumat tumpah di serapah
biadab, laknat, terkutuk dan entah apa lagi
maafkan aku sayang, maafkan aku
tahukah kau sayang
betapa inginnya aku
menyertaimu mengetuk pintu langit
terbang ke peluk bidadari
januari 2009
PELABUHAN HATI
PELABUHAN HATI
DARI SEGALA KEMBARA
PADAMU JUA HATI BERLABUH
TAMBATKAN SAUH
DAN NIKMATI BELAI ANGIN KASMARAN
MENGAPA TAK SEKALIAN SAJA KAU TAHAN
BIAR TAK PERGI
HINGGA HATI BERBUNGA TIADA HENTI
DAN TENGGELAM DALAM DEKAPAN CINTA
MART 2005





