RSS

RINGKASAN SKI MA

ISLAM MASA MODERN
Karena konflik internal umat Islam jatuh, Baghdad dihancurkan pasukan Mongol tahun 1258 dipimpin oleh: Holako Khan
Karena konflik internal Turki Utsmani kalah dalam perang Wina (Austria) tahun 1683
Pendorong barat menjajah: Gold(kekayaan/ekonomi), Glory(kejayaan/politik), Gospel(penyebaran Kristen/agama)
Penyebaran Kristen melalui Missionaris dan Zending
Rasa dendam Spanyol kepada umat Islam karena merasa pernah dijajah dikenal dengan istilah Reconquesta
Negara barat yang menjajah Mesir: Perancis, pemimpin: Napoleon Bonaparte (1789-1802 M). Napoleon memicu perkembangan IPTEK di Mesir.
Konsep ekonomi yang diterapkan barat: Kapitalisme
Untuk menghindari pemberontakan, masyarakat pribumi diperbolehkan bersekolah di sekolah Belanda. Hal ini dikenal dengan nama Politik etis
Politik memecah belah yang dilakukan Belanda terhadap bangsa Indonesia disebut Devide at impera
Tajdid secara bahasa: pembaharuan. Istilah: pembaharuan dalam hal keagamaan. Macam: 1. Dalam hal Aqidah dan ibadah mahdlah 2. Dalam hal Muamalah dunyawiyah. Pelaku: Mujadid.
Portugis menyerang Malaka: 1511 M.
Belanda datang ke Indonesia: 1596, VOC berdiri: 1602, perang Diponegoro (perang Jawa): 1825-1830
Pendiri gerakan wahabi: Muhammad bin abdul wahab. Kolaborasi dengan: Ibnu Su’ud. Mendirikan: Kerajaan Saudi Arabia. Gerakan: membasmi yang dianggap syirik, tahayul, bid’ah, syirik.
Tokoh Pan Islamisme: Jamaluddin Al Afghani. Tujuan: mempersatukan pemerintahan Islam dan melawan kolonialisme. Di Paris menerbitkan majalah: Al Urwatul Wutsqa. Murid ternama: Muhammad Abduh dan Sa’ad Zaghlul.
Pembaharuan Muhammad Abduh: -memurnikan Islam –adopsi pengetahuan barat –ikuti cara berpikir modern-pembelaan islam. Abduh anjurkan islam ambil IPTEK barat. Bersama afghani menerbitkan Al Urwatul Wutsqa. Pernah jadi rektor Al Azhar. Kitabnya: Risalah Tauhid.
Muhammad Rasyid Ridlo: Murid terdekat Abduh, Ridlo menerbitkan majalah: al manar, tafsir: al manar.
Penghapus ke-Khalifahan Turki Utsmani dan Pendiri Republik Turki: Musthafa Kemal Pasha Attaturk. Ide: westernisasi, sekularisasi, nasionalisme.


ISLAM DI INDONESIA
Nusantara dulu disebut: Negeri Bawah Angin, wilayah: Indonesia, Malaysia, Brunai, Philipina, Thailand.
Ada 3 teori tentang asal Islam Nusantara: 1. Dari Persia 2. Dari India (Gujarat) 3. Dari Arab.
Bukti masuknya Islam di Leran Gresik, makam: Fatimah Binti Maimun.
Hasil seminar Nasional masuknya Islam ke Nusantara (1969 dan 1978), menyimpulkan Islam masuk ke Nusantara pada abad VII M dari tanah Arab.
Proses penyebaran Islam di Nusantara melalui: perdagangan, perkawinan, politik, pendidikan, kesenian, tasawuf
Kerajaan Islam pertama di Indonesia: Samudera Pasai (abad 13M). Raja pertama: Al Malikus Saleh.
Kerajaan Islam pertama di Jawa: Demak. Raja pertama: Raden Patah. Yang bergelar Pangeran Sabrang Lor: Adipati Unus. Kejayaan: Sultan Trenggana.
Raja Pajang: Hadiwijoyo, nama lain: Joko Tingkir. Hadiwijoyo mengalahkan adipati Jipang Panolan bernama: Arya Panangsang.
Pendiri Mataram: Sutawijaya, anak dari Ki Ageng Pemanahan. Kejayaan: Sultan Agung. Perjanjian Giyanti(1755) Mataram dibagi 2: Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan surakarta.
Makam Maulana Malik Ibrahim: Gresik, disebut Sunan Gresik.
Makam Raden Rahmat: Ampel Surabaya, disebut Sunan Ampel. Membangun pesantren di Ampel Denta.
Makam Maulana Makdum Ibrahim: Tuban, disebut Sunan Bonang. Karya: tembang Durma, gamelan sekaten.
Makam Syarifudin (Raden Qosim): di Sedayu, disebut Sunan Drajat atau Sunan Sedayu. Dakwah jalur kultural. Mencipta tembang Pangkur, Cariosipun Jaka Pertaka.
Makam Raden Mas Syahid: Kadilangu Demak, dikenal dengan: Sunan Kalijaga. Memperbolehkan bakar kemenyan untuk pengharum ruangan. Sarana dakwah: wayang dan gamelan.
Sebutan untuk Raden Paku: Sunan Giri, Raden Ainul Yaqin, makam: Gresik. Karya tembang: Gula Ganti, Jamuran, Jelungan, Jor, Lir-ilir, Cublak-cublak suweng.
Sebutan untuk Ja’far Shodiq: Sunan Kudus, seorang pujangga dan luas ilmunya, melarang penyembelihan sapi untuk hormati penganut Hindu. Karya: Gending Maskumambang dan Mijil.
Syarif Hidayatullah=Fatahillah terkenal dengan sebutan: Sunan Gunung Jati. Makam: Cirebon Jawa Barat, pendiri kesultanan Banten dan Cirebon.
Sebutan untuk Raden Umar Said: Sunan Muria. Karya: tembang Sinom dan Kinanti.
Hamzah Fansuri: tokoh tasawuf dari Aceh, mengajarkan paham wihdatul wujud Ibnu Arobi.
Syamsudin As Sumatrani:tokoh tasawuf dari Aceh. Dikenal sebagai Syaikhul Islam di Kesultanan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda. Paham: Wahdatul Wujud.
Karya Nawawi Al Bantani: 115 (ada yang sebut 99), di antaranya Fathul Majid (bidang Tauhid) dan Sulamul Munajat (bidang Fiqh)
Syaikh Ahmad Khatib Sambas mendirikan Tarikat Qadiriyah Naqsabandiyah yang menyebar di seluruh Indonesia.
Nuruddin Ar Raniri: dari Gujarat, menetap di Aceh. Karya: Al Sirat al Mustaqim, Bustan al Salatin. Aktif menentang paham Wujudiyah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PUISI UNTUK ISTRI

PUISI UNTUK ISTRI
oleh: Muh. Zuhal Ma'ruf

kau pinta kutulis puisi
untukmu
bagaimana bisa sayang
kaulah puisi itu

2011

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MAKNA WISUDA

MAKNA WISUDA
Oleh: Muh. Zuhal Ma’ruf
Sudah menjadi tradisi di Perguruan Tinggi berakhirnya masa pendidikan ditandai dengan acara wisuda. Suatu kemasan pelepasan mahasiswa dalam bentuk seremonial yang khidmat dan anggun, malah kadang –di beberapa PT- diselenggarakan dengan kesan mewah dan glamour. Bagaimanapun wisuda bagi seorang mahasiswa adalah saat bersejarah dalam hidupnya, karena ia adalah manifestasi dari pengakuan publik terhadap kerja keras yang dilakukan selama masa kuliah. Banyak hal telah dilakukan untuk mencapai titik ini. Telaah bertumpuk buku, ketikan setumpuk makalah, puluhan kali presentasi dan diskusi, PPL di hadapan para siswa dengan beragam karakter, KKN di tengah masyarakat dengan segala permasalahannya, serta penyusunan skripsi yang banyak menyerap energi dan sumber daya; adalah harga yang harus dibayar untuk acara ini, di samping aspek finansial tentunya. Seberapa penting nilai sesuatu tergantung pada harga yang dikeluarkan untuk memperolehnya. Dalam memandang makna wisuda, mahasiswa yang telah bersungguh-sungguh ketika kuliah akan sangat berbeda dengan yang hanya bersantai. Bagaimana dengan mereka yang tidak pernah ikut kuliah, tapi kemudian ikut wisuda? Apakah wisuda masih punya makna? Parahnya, belakangan ini banyak lembaga PT yang memfasilitasi gelar Sarjana lengkap dengan acara wisuda yang “wah” dengan perkuliahan yang asal-asalan atau bahkan tanpa usah repot-repot kuliah. Suatu pembohongan publik dan pembodohan umat yang tanpa malu ramai-ramai dilakukan.
Yang tak kalah penting adalah bahwa wisuda juga manifestasi dari banyak harapan yang dikalungkan di leher mahasiswa. Bagaimanapun wisuda menempatkan mahasiswa pada jajaran elit masyarakat yang diharapkan mampu tampil sebagai “agent of change” bagi komunitasnya. Begitu pula orang tua menaruh banyak harapan dengan wisuda anaknya. Selama masa studi, merekalah yang membiayai. Hal yang wajar bila kemudian mereka berharap tuntasnya jenjang pendidikan anak bisa mendongkrak status sosial keluarga, dan atau segera diikuti dengan hal konkrit semisal diraihnya bidang kerja yang mapan. Ironisnya saat ini persaingan di bursa kerja semakin ketat saja. Persaingan ketat ini mendorong pihak-pihak tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi dengan mengail di air keruh. Sering kita dengar bahwa lowongan formasi PNS ditawarkan dengan harga tertentu, padahal seharusnya diperebutkan melalui test yang jujur dan adil. Dalam kondisi seperti ini mahasiswa yang memiliki beragam kompetensi memiliki lebih banyak peluang. Kerja tidak harus sesuai dengan kualifikasi ijazah.
Untuk mahasiswa yang diwisuda kami sampaikan; Selamat, semoga secepatnya mendapatkan medan juang yang diharapkan, semoga Allah senantiasa membimbing kita. Amin. (LPMP Surabaya, 19 okt 2011)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS